HALQAH: JANTUNG DAKWAH
Teringat tentang apa yang disampaikan oleh Ust. Felix bahwa Dakwah itu bukan aktivitas selingan, melainkan aktivitas utama yang merupakan konsekuensi dari mengimani Islam.
Maka perlu disadari, ketika kita telah bergabung dengan jamaah dakwah, berarti kita siap mengorbankan seluruh stamina kita, uang kita, waktu kita, bahkan jiwa kita, untuk mati-matian mendakwahkan Islam.
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin, diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Aquran. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan itu, dan itulah kemenangan yang besar” [TQS al-Taubah (9): 111]
“Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ruf dan mencegah dari yang munkar; merekalah orang-orang yang beruntung” [TQS al-Imran (3): 104]
“Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah…” [TQS al-Imran (3): 110]
Maka diwajibkan kepada Anda agar berusaha membentuk motivasi yang kuat dan ikhlas lillahi ta’ala ketika sebelum maupun sesudah bergabung dengan jamaah dakwah.
Dakwah adalah aktivitas para nabi dan rasul serta orang-orang mukmin yang mencintai Allah Swt dan islam. Ketika mendakwahkan islam, Rasulullah Saw mengawali dengan tasqif (pembinaan/pengkaderan) dengan membentuk halqah (ngaji) kepada para sahabat untuk mempersiapkan mereka menjadi pengemban dakwah dan menyebarkan islam sehingga islam menjadi aturan kehidupan.
Atas perintah Allah Swt, kemudian Rasulullah Saw melakukan dakwah secara terang-terangan di tengah-tengah masyarakat saat itu. Walaupun demikian halqah tetap terus dilaksanakan bagi para sahabat agar tetap istiqomah dalam mempertahankan dan menjaga pemahaman islam dalam menghadapi ujian dakwah dan demi diterapkannya aturan islam.
Dakwah terus berkembang hingga Rasulullah Saw bersama para sahabat dan umat islam berhasil mendirikan Daulah Islamiyah (Khilafah) di Madina. Walaupun sudah berhasil, umat islam saat itu tidak pernah meninggalkan halqah. Karena halqah adalah jantung dakwah. Jika jantung terus memompa maka asupan gizi dan oksigen dalam darah disebarkan ke seluruh tubuh dan menguatkan tubuh.
Itulah pentingnya halqah dalam dakwah, selain karena konsekuensi keimanan, halqah merupakan pemompa pemahaman yang benar bagi umat islam. Oleh sebab itu, dalam dakwah kita perlu halqah (ngaji), agar tetap istiqomah di jalan dakwah dan terwujud lil istinafil hayatil islam (mengembalikan kehidupan islam).
Penjelasan di atas memperkuat konsekuensi keimanan sebagai seorang muslim bahwa kita harus berusaha mengorbankan segalanya dan pentingnya halqah (ngaji) untuk dakwah. Maka ada hal yang perlu diperhatikan, yaitu sebagai berikut:
1. STAMINA: Dakwah memerlukan stamina, oleh sebab itu energi yang kita miliki seharusnya lebih banyak pada aktivitas dakwah dan menyiapkan stamina untuk halqah. Sebagai hamba Allah Swt, tentunya kita punya tujuan hidup di dunia ini. Jika energi yang kita miliki lebih banyak dihabiskan pada hal yang mubah, maka siapkah ketika kelak di hari kiamat bertemu Allah kita tidak memiliki amal perbuatan terbaik.
2. UANG: Dakwah perlu pengorbanan uang. Rasulullah Saw bersama para sahabat dan sahabiyah rela mengeluarkan harta demi kebangkitan islam. Bahkan Khadijah ra merelakan tulangnya jika ia telah meninggal dan tak ada harta sepeser pun untuk membela agama Allah. Alangkah mulianya jika harta/uang yang kita miliki kita infaqkan untuk membela agama Allah.
3. WAKTU: Dakwah perlu waktu. Berapa detik, menit, jam, hari, minggu, bulan, dan tahun yang kita habiskan untuk membela agama Allah. Adakah kita lebih banyak menghabiskan waktu kita untuk melaksanakan perintah Allah? Menyediakan waktu khusus untuk halqah dan dakwah.
4. JIWA: Dakwah perlu jiwa. Jika kita harus mati demi membela agama Allah itu merupakan kebahagian terbesar bagi seorang muslim yang mencintai Allah Swt, Rasul-Nya, dan agama islam yang diridhoi Allah. Karena Allah telah menjanjikan yang pasti yaitu surga bagi orang-orang mukmin.
Mulailah dari sekarang menjadi hamba Allah yang menjadikan halqah sebagai jantungnya, menjadikan halqah sebagai jantung dakwah. Karena dengan dakwah demi diterapkannya syariat islam di bawah naungan Khilafah islamiyah maka akan kita raih kemuliaan dan islam rahmatan lil'alamin. Wallahu'alam bi ash-shawab[]
0 komentar:
Posting Komentar