Selasa, 19 Mei 2015

Bersama Mereka yang Penuh Cinta ^_^

Best Moment 17 Mei 2015
Momen terbaik tahun ini, momen yang menjadi power baru dalam perjuangan ini, bersama mereka orang-orang yang penuh cinta dan ke ikhlasan, kesabaran, dan penuh pengorbanan untuk tegaknya kembali agama yang mulia ini. Dalam satu barisan perjuangan "Bersama Umat, Tegakkan Khilafah"
Kesyukuran tiada henti KepadaNya atas kesempatan yang diberikan untukku bertemu dan berkumpul bersama mereka dalam ikatan ukhuwah yang indah ini. ^_^

Senin, 13 April 2015

“Jalan Ini Terjal, Tapi Menyenangkan” ^_^

Saya pernah bikin puisi. Tetapi kalo dilihat-lihat lagi, sepertinya bukan kategori puisi. Tepatnya sih coret-coretan aja. Untungnya bukan di dinding. Waktu itu abis ngisi acara di Surabaya. Daripada bengong nunggu di bandara karena pesawatnya delay, saya nulis puisi. Hehehe.. sebenarnya saya nggak terlalu bisa bikin puisi, meski waktu SMP sering nulis puisi saat ingin menumpahkan perasaan. Nah, ini dia puisi saya tersebut:

perjuangan belum berakhir

kita sudah ada di sini
di jalan terjal pilihan kita
memang bukan hal terbaik untuk saat ini
ketika gemerlap dunia senantiasa menggoda
sahabat, aku tak sudi dirimu berhenti
di saat perjuangan baru saja dimulai

kita sudah ada di sini
di jalan licin pilihan kita
memang bukan hal terbaik untuk saat ini
ketika keindahan dunia senantiasa merayu
sahabat, aku tak suka dirimu mengeluh
di saat perjuangan mulai terasa berat

kita sudah di sini
di jalan mendaki pilihan kita
memang bukan hal terbaik untuk saat ini
ketika kilauan dunia senantiasa mempesona
sahabat, aku tak mau semangatmu redup
di saat perjuangan tengah bergolak panas

kita sudah di sini
dan akan lanjutkan perjalanan
: terjal, licin, dan mendaki
demi kehidupan yang lebih baik
kita siap tinggalkan kesenangan diri
: seperti yang pernah kita ikrarkan

kita sudah di sini
satu langkah telah kita ayunkan
jangan pernah mundur sejengkal pun
ini jalan yang kita pilih
jalan dakwah
: merevolusi kekufuran, tegakkan kebenaran

jangan berhenti di sini
karena revolusi selalu butuh martir
dan memang perjuangan belum berakhir
yakinlah
kibar kemenangan Islam pasti datang
mari berjuang
jangan pernah berhenti

Ruang Tunggu Bandara Internasional Juanda, Surabaya.
29 April 2007

Hehehe.. gimana Bro en Sis rahimakumullah? Keren nggak tulisan yang menyerupai puisi ini? Idih, gue kok jadi narsis gini sih? Ehm, itu lagi ada ‘godaan’ dikit, Bro en Sis. Kadang saya harus melakukan sesuatu untuk meyakinkan jalan yang telah dan akan saya pilih. Saya pikir semua orang pasti punya masalah. Tentu saja berbagai macam masalah. Tak semuanya sama. Kalaupun ada yang sama, mestinya ‘angle-nya’ berbeda. Selain itu, (seharusnya) mereka pun punya cara tersendiri untuk mengatasinya. Tul nggak? Hah? Nggak? Betul aja deh! *maksa banget.

Kuat fisik, kuat mental
Bro en Sis pembaca setia gaulislam, jadi aktivis dakwah itu konon katanya adalah pilihan di tengah mainstream alias arus utama yang memang bertentangan dengan jalan dakwah. Arus utama kehidupan saat ini adalah gaya hidup yang hedonis, permisif, sekuler. Sementara jalan dakwah adalah jalan penuh kemuliaan, kebaikan, dan tentunya kebenaran sesuai tuntunan Allah Swt. dan RasulNya. Meski jalan menuju kemuliaan itu terasa berat. Terasa terjal, berliku, berlubang, dan membahayakan. Tapi yakinlah bahwa itu sekadar ujian. Semoga kita jadi tahan banting.

Ngomongin tentang beratnya kehidupan, Aa Gym, dalam narasi awal di salah satu lagu The Fikr bertutur: “jalan berliku, terjalnya tebing, curamnya jurang, bukanlah sesuatu yang mengerikan. Yang paling mengerikan adalah kehilangan keberanian untuk mengarungi kehidupan. Siapapun yang berani mengarungi kehidupan, dia harus menikmati hiruk-pikuk kesulitan, terjalnya masalah, dalamnya kepiluan, karena di balik semua itu tersimpan hikmah yang dalam. Bagi pencari kebenaran, kenikmatan adalah untuk terus mencari, mengarungi samudera kehidupan.”

Sobat muda muslim, untuk menjadi ahli kung-fu, Jacky Chan dan Jet Li kalo di film-filmnya mereka yang versi jadul (tahun 80-an lah) dilatih memikul jerigen berisi air sambil lari-lari, atau ambil air pake mangkok untuk ngisi tempat air besar. Udah gitu, caranya bikin ribet. Kedua kakinya dikaitkan ke sebatang bambu di atas kayak orang main sirkus. Kepala ada di bawah. Nah, lalu tangannya megang mangkok untuk ambil air di jerigen besar di bawah yang akan diisikan ke tempat air di atas yang lebih besar. Halah, latihan yang ribet dan berat. Bahkan tak ada hubungannya dengan jurus-jurus kung-fu. Tapi ternyata itu adalah untuk membiasakan fisik mereka tahan bantingan.
Bagaimana setelah latihan itu? Baru deh, ketika dirasa cukup, biasanya sang guru akan nularin ilmu kung-fu ke muridnya tersebut. Meski itu di film, tapi saya merasa yakin bahwa belajar kung-fu memang tak langsung dilatih jurus-jurus bertarung. Sama seperti main bola. Cristiano Ronaldo dkk nggak melulu latihan menggocek bola. Tapi ada latihan fisiknya. Kalo ini, saya merasa yakin banget karena mereka sering diliatin ke publik saat sesi latihan. BTW, makin yakin lagi karena saya pernah juga main game Soccer Manager (hehehe.. di situ ada simulasi ngelatih fisik pemain juga. Jadi tahu dah). *Ssst.. saya mainnya cuma sebentar kok. (Idih, siapa yang nanya?) Hahahaha…

Lah, terus apa hubungannya ngomongin kung-fu dengan dakwah? Apa korelasinya dengan judul “jalan ini terjal, tapi menyenangkan”? Wadow, untung nggak berlanjut ngelanturnya. Ehm, sebenarnya masih nyambung kok. Nggak ngelantur jauh. Maksudnya, untuk menjadi aktivis dakwah, kita juga harus teruji baik secara fisik maupun mental. Fisik kudu oke. Karena tak jarang dakwah nguras tenaga. Harus ngisi acara pengajian pagi hari, harus ngisi kajian malam hari, atau mengaji di siang hari. Belum lagi tempat atau daerah yang akan dikunjungi untuk berdakwah yang jaraknya lumayan jauh dari tempat tinggal kita. So, fisik kudu prima, Bro.
Selain kuat fisik, yang nggak kalah penting adalah melatih mental. Pikiran dan perasaan kita kudu siap ngadepin beragam masalah. Meski nggak dituntut agar semau masalah bisa diatasi, tapi setidaknya bisa mencari akar masalahnya dan beberapa masalah bisa diselesaikan dengan baik. Nah, berarti ini memang butuh kesiapan yang bagus. Iya nggak sih?

Tak ada kata henti
Sobat gaulislam, tak ada kata henti dalam hidup kita untuk senantiasa melakukan amal baik. Seharusnya memang tak pernah ada pula keluh kesah dalam perjuangan dakwah ini. Semestinya pun tak keluar dari mulut kita kata putus asa karena begitu banyak perjuangan dakwah yang menyedot perhatian kita. Yakinlah, Allah Swt. tak pernah dan tak akan pernah salah dalam mengkalkulasi amalan baik kita. Mungkin kita lupa sudah berapa amal baik yang kita kerjakan, tapi Allah Ta’ala tak akan pernah lalai mencatatnya dan menghitungnya untuk bekal kita di negeri abadi kelak. Begitu pun pasti kita lupa berapa banyak amalan buruk yang pernah kita lakukan, tapi Allah Swt. pasti tak akan pernah lupa dan akan dengan mudah mencatatnya. Tapi kita memohon kepadaNya, agar tetap diberikan kekuatan untuk melakukan amalan baik selama hidup kita. Sebanyak mungkin.

BTW, masih ingatkah kita ketika kita pertama kali belajar Islam? Kita bahkan mengeja nama Allah dengan amat susah. Kita tidak paham tentang isi al-Quran, kita tak mengerti apa arti perjuangan dakwah, kita bahkan buta dan tak pernah tahu dari mana kita berasal, untuk apa kita hidup di dunia, dan ke mana akan pergi setelah kematian. Saya pernah merasakan demikian, dan saya yakin di antara kita bahkan ada yang pernah melakukan kemaksiatan sebelum akhirnya mendapat hidayahNya. Saya yakin di antara kita bahkan pernah menolak ajakan dakwah dari seseorang. Mencibir pelakunya dan menganggap sia-sia perbuatan mereka. Itu ketika kita tidak tahu.

Semoga memori tentang ini menjadikan kita manusia yang bijak. Pengemban dakwah yang peka dan mampu menangkap segala sisi manusia sebagai objek dakwah kita. Kita tumbuh menjadi pengemban dakwah dan pejuang Islam yang sabar dan penuh kelembutan. Jika kita berhadapan dengan objek dakwah yang menolak, bahkan menyerang kita, anggap saja bahwa mereka seperti kita dulu yang juga membutuhkan sentuhan kuat orang yang tak bosan mengajak kita menjemput hidayahNya. Jangan pernah merasa menilai umat ini telah jumud, jika kita sendiri belum maksimal mengajaknya untuk menjadi lebih baik. Tak perlu mengampuni usaha kita yang gagal dengan alasan umat sudah bosan dengan dakwah. Lalu kita merasa benar sendiri dan menyalahkan mereka.

Sobat muda muslim, ingatlah bahwa kita bisa seperti sekarang ini juga butuh waktu dan proses. Karena sejatinya perubahan tak bisa dicapai seperti makan cabe rawit yang langsung terasa pedasnya. Atau proses produksi mesin dalam industri yang bisa seragam dan mudah dibuat. Tapi kita berhadapan dengan manusia. Berhadapan dengan jiwa yang seringkali tak mudah untuk diajak berpikir sama seperti yang kita inginkan. Proses perubahan sosial memang tak semudah proses produksi mesin industri. Selalu saja ada variabel yang mengharuskan kita banyak bersabar dan mencari cara jitu mengatasinya.

So, kalo jujur saja, jalan dakwah ini memang terjal. Tapi menyenangkan. Allah Swt. sudah ‘menghibur’ kita dalam firmanNya (yang artinya): “Siapakah yang lebih baik perkataannya daripada orang yang menyeru kepada Allah, mengerjakan amal yang saleh, dan berkata: ‘Sesungguhnya aku termasuk 
orang-orang muslim’” (QS Fushshilat [41]: 33)

Nah sobat gaulislam, mulai sekarang jangan tunjukkan kelemahan kita dalam perjuangan dakwah ini. Usir deh tuh keluh kesah kita, buang jauh-jauh putus asa. Sebaiknya selalu memohon kepada Allah Ta’ala agar kita dimudahkan dalam mengemban dakwah ini, memohon dalam doa kita kepadaNya agar kita sabar ketika menghadapi berbagai macam ujian dakwah dan ujian kehidupan kita. Selain itu, tentu saja senantiasa kita berharap keridhoan Allah Ta’ala dalam setiap niat dan upaya perjuangan dakwah kita. Semangat! [solihin | Twitter @osolihin]

Doa Perpisahan ^_^


Katika jalan dakwah ini ibarat bahterah terakhir yang ada untuk menuju ridho nya maka tidak ada ragu bagiku untuk menumpanginya..
Kita bersama dalam satu bahterah menuju tujuan yang sama...
Sekarang kita masih berada dalam ruang yg sama dalam bahterah ini, namun jika nanti diantara kita berpindah ruangan maka tak jadi masalah bagi kita asalkan kita masih dalam satu bahterah.
Ketika saat itu tiba kita tidak akan lagi sering bersua, namun itu tak menjadi masalah selama kita masih di bahterah yg sama.
Perjuangan kita akan berakhir setelah kita sampai pada ujung perjuangan ini (akhirat).
Semoga kelak kita dipertemukan kembali di tempat yang sama (jannah) mengenang dan menikmati buah perjuangan ini.

Pertemuan kita di suatu hari
Menitikkan ukhuwah yang sejati
Bersyukurku kehadap Illahi
Di atas jalinan yang suci

Namun kini perpisahan yang terjadi
Dugaan yang menimpa diri
Bersabarlah diatas suratan
Kutetap pergi jua

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu

Mencari hidayah dari pada-Mu
Dalam mendidikan kesabaranku
Ya Alloh tabahkan hati hamba-Mu
Diatas perpisahan ini

Teman betapa pilunya hatiku
Menghadapi perpisahan ini
Pahit manis perjuangan
Telah kita rasa bersama
Semoga Allah meredhoi
Persahabatan dan perpisahan ini
Teruskan perjuangan

Kan kuutuskan salam ingatanku
Dalam doa kudusku sepanjang waktu
Ya Alloh bantulah hamba-Mu

Senyuman yang tersirat di bibirmu
Menjadi ingatan setiap waktu
Tanda kemesraan bersimpul padu
Kenangku di dalam doamu
Semoga... Allah berkatimu

Minggu, 22 Maret 2015

Yang Dulu ku rasakan ^_^



CEMBURU?

Aku tidak pernah merasakan cemburu,
Kepada wanita yang cantik wajahnya.
Aku tidak pernah merasakan cemburu,
Kepada wanita yang hobby memamerkan bentuk body nya.
Aku tidak pernah merasakan cemburu,
Kepada wanita yang menjadi rebutan para lelaki.
Aku tidak pernah merasakan cemburu,
Kepada wanita yang sedang berkhalwat kepada ikhwah.
Aku tidak pernah merasakan cemburu,
Kepada wanita yang sedang canda tawa kepada pasangannya yang belum halal.

Akan tetapi………..
Aku cemburu kepada wanita yang pandai menjaga dirinya.
Aku cemburu kepada wanita yang pandai menjaga lisannya.
Aku cemburu kepada wanita yang pandai menjaga auratnya.
Aku cemburu kepada wanita yang pandai menjaga ibadahnya.
Aku cemburu kepada wanita yang tidak mudah untuk di rayu para ikhwah.

Dan aku hanyalah cemburu kepada wanita SHOLIHAH…….
.
Bahkan, sekalipun aku tidak pernah cemburu melihat akhwat dan ikhwah berkhalwat.
Sebab, aku hanyalah cemburu ketika sosok pasangan yang sholih dan sholihah berdiri di atas pelaminan.

Yaa Allah……
Jadikanlah kami menjadi wanita yang baik budi pekertinya.
Jadikanlah kami menjadi wanita yang pandai menjaga lisan dalam tutur kata.

Jadikanlah kami menjadi wanita yang pandai menjaga aurat dari yang bukan mukhrim.
Jadikanlah kami menjadi wanita yang pandai menjaga diri dari rayuan para lelaki.
Satu lagi...
Jadikanlah kami Muslimah Shalihah berdakwah memperjuangkan Syariah & Khilafah Menjadi Ummi yang Amanah... ^_^

Allahumma Aamiin…….
.
.
Khusus akhwat,
Jaga dirimu.
Jaga lisanmu.
Jaga ibadahmu.
Jaga perilakumu.


Via @arafhmina

Kamis, 12 Maret 2015

Menyikapi Kritik ^_^

Alhamdulillah! Semoga Alloh Yang Maha Mengetahui setiap rahasia yang kita simpan di dalam hati kita, menjadikan kita golongan hamba-Nya yang senantiasa menjaga kebersihan hati. Sholawat dan salam semoga selalu terlimpah kepada baginda nabi Muhammad Saw.
Saudaraku, dalam kehidupan kita sehari-hari, kita senantiasa berinteraksi dengan orang lain. Tidak jarang ada orang lain, mungkin teman kita atau saudara kita atau keluarga kita yang memberikan kritik kepada kita. Tidak ada yang kebetulan di dunia ini, dan sesungguhnya kritik tersebut sampai kepada kita adalah atas izin Alloh Swt.
Ada macam-macam bentuk kritik itu. Diantaranya,
Pertama, isi kritiknya benar dan cara menyampaikannya baik. Inilah kritik yang bagus dan membangun. Misalnya adalah seseorang yang memberikan kritik kepada penceramah dengan cara datang baik-baik secara personal dan berkata, “Ustadz, mohon maaf saya ingin sampaikan sesuatu terkait ceramah tadi. Kalau yang saya rasakan ceramah Ustadz tadi lebih banyak candaan yang tidak perlu, juga lebih banyak unsur riya’nya. Mungkin penilaian saya ini salah, tapi itulah yang saya rasakan. Mudah-mudahan menjadi bahan renungan demi kelancaran dakwah kita.”
Kedua, isi kritiknya benar, namun cara penyampaiannya tidak baik. Misalnya ada seseorang yang datang kepada seorang penceramah dan berkata, “Hey ustadz! Masa ceramahnya itu lagi itu lagi. Kalau ngga punya materi lain, ya sudah jangan ceramah dulu. Bosen dong!”
Ketiga, isinya tidak benar, namun cara penyampaiannya baik. Misalnya ada seseorang yang datang kepada seorang penceramah dan berkata, “Mohon maaf ustadz, tadi saya kehilangan dompet. Saya lihat tadi ustadz pegang-pegang dompet ustadz, saya tidak menuduh ustadz maling, tapi tolong berikan dompet itu kepada saya.”
Keempat, kritik yang isinya salah dan cara penyampaiannya pun tidak baik. Kurang lebih contohnya sama dengan jenis yang ketiga, namun disampaikan dengan ucapan yang kasar.
Saudaraku, perlu kita memiliki pemahaman bahwa jenis apapun di antara kritik itu yang datang kepada kita, tidaklah berbahaya. Karena yang berbahaya adalah sikap kita dalam merespon kritik tersebut. Tidak sedikit orang yang anti kritik, diberi kritik sedikit saja sudah langsung tersinggung dan marah.
Sikap terbaik adalah menjadikan setiap kritik yang datang sebagai bahan tafakur. Bisa jadi, kritik tersebut benar adanya sehingga membuat kita memperbaiki diri. Jikapun kritik tersebut tidak benar, maka itu menjadi pengingat bagi kita agar terhindar dari sikap-sikap yang tidak diridhoi oleh Alloh Swt.
Marilah, sedapat mungkin hal-hal kecil yang terjadi dalam hidup kita, menjadi ladang amal sholeh bagi kita. Orang yang beruntung adalah orang yang bisa menjadikan setiap urusan kecil dalam hidupnya menjadi bernilai ibadah. Alloh Swt. berfirman, “Katakanlah, “Sesungguhnya shalatku, ibadat (kurban)ku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Tuhan semesta alam.” (QS. Al An’am [6] : 162)[]


Ditulis oleh: KH. Abdullah Gymnastiar ( Aa Gym )

Sabtu, 28 Februari 2015

Moment 27 Februari 2015 | Nice,Best Moment ^_^

A.. Alhamdulillah....
Seneng Bangeeeeeeeetttttt... yang terjadi kemarin nda akan terlupakan dan akan menjadi salah satu kisah ku di masa depan insya allah..

27 Februari 2015
Nurhayati Rahayu Ningsih Mahasiswa UNCP | NPM 1104411101 angkatan 2011 | Fakultas Teknik Komputer. Dinyatakan lulus dalam ujian skripsi ddengan nilai 90,.. (A) ^_^

Alhamdulillah terima kasih ya allah telah memudahkan dan melancarkannya sehingga hambamu ini bisa mencapai apa yg ku capai saat ini...

Setelah hampir 4thn kuliah tidak terasa akhirnya hari itu (SIDANG SKRIPSI) akhirnya telah kurasakan and that cool because  I can do IT ^_^ yeeeeeeee......


Jumat, 20 Februari 2015

Lapang Dada (Sabar kalo nga, Mau gimana Lagi) ^_^

Hmm.. hanya bisa menghela nafas dan tetap berharap ketika menginggat semuanya, mencoba tetap bersabar dan terus mengusahakan yang terbaik, berharap keadaan akan segera berubah...

Tetap berusaha berfikir positif dengan apa yang akan terjadi kedepannya.
Inallaha Ma'na

Selalu berusaha berlapang dada merasakan semua yang terjadi.
Berdoa dan Bersabar yang hanya bisa kulakukan saat ini.
Berusaha memaknai kejadian yang terjadi, kemudian mengambil hikmah dari itu.
Agar beban ini menjadi ringan.

Hmm... selalu kutanamkan dalam hati.
"Kamu harus bisa.bisa berlapang dada.
Kamu harus bisa.bisa mengambil hikmahnya".
Sepotong lirik lagu yang menjadi motivasi agar aku tidak menyerah dengan keadaan ini.


Meskipun nantinya keadaan tidak akan berubah aku tidak akan sedih dan menyesalinya,
Karena aku telah berusaha saat ini dan apaun hasilnya itulah yang terbaik untuk ku.

Allah selalu punya rencana yang lebih indah dari apa yang kita rencanakan. ^_^
Keep Move.!
Keep Fighting.!
Keep Praying.!
Keep Smile.!

#La Tahzan Inallaha Ma'na. HAMAZAH ^_^